IDEA FACTORY

Bertemu seorang sahabat yang passionate dengan dunia seni terutama urban art Irwan Ahmett. Dia baru saja pulang dari Eropa dan Amerika melakukan Bohemian Art dari satu kota ke kota yang lain. Cerita yang saya tangkap dan menarik adalah seni tak mengenal warga negara, warna kulit atau perbedaan. Ide orisinal adalah penggerak.

Peluang mengembangkan ide tak terbatas. Apalagi saat ini, para “gerilyawan ide” seperti mendapat tempat yang sangat terhormat. Irwan Ahmett bersama istrinya yang popular dengan karyanya “Urban Play” melakukan penggembaraannya kembali di kota-kota dunia. Dengan konsep yang kuat, interaksi seni dilakukannya di kota-kota lain. Reaksi yang berbeda antara satu kota dengan kota lainnya memberikan value unik tersendiri.

Kami ngobrol kesana-kemari tentang perubahan masyarakat urban dan tentu saja tentang seni. Irwan bahkan mengajak saya untuk jalan-jalan ke Jatiwangi, sebuah daerah yang sempat popular sebagai penghasil genteng. Jatiwangi menjadi pembicaraan kalangan seniman urban saat ini karena Jatiwangi Art Factory. Sebuah event seni yang saya anggap layak untuk dibahas. Saya tentu ingin membahasnya dari perspektif socio cultural dan perubahan komunikasi.

Dari sebuah tempat yang terpencil dan terpuruk Jatiwangi; beberapa anak muda bergerak menyelengarakan sebuah kegiatan seni. Seni film, fotografi, drama, musik kontemporer dan entah seni apalagi dikembangkan. Sangat engaging karena mengundang partisipasi dari mana saja bahkan dari belahan benua lain. Mengundang siapapun baik artis maupun bukan artis.

SENI MENGGERAKKAN

Idea lah yang menggerakkan dunia. Leadership di era digital yang sering disebut sebagai Flat World saat ini ditentukan oleh inovasi terutama ide yang engaging. @JatiwangiArt adalah contoh nyata dari dahsyatnya ide. Hebatnya lagi ide yang memiliki makna akan mendapat tempat di hati para fans. Era konsumen digeser dengan fans.

Tak heran ide besar dari segala pelosok dunia siap menggebrak. Sebut saja @Mashable yang dilahirkan oleh @Pete Cashmore dari sebuah kota kecil di Skotlandia. Mashable menjadi salah satu blog marketing terbesar di dunia. Tak heran kalau kredibilitasnya mampu meruntuhkan media-media marketing mainstream. @JatiwangiArt dan @Mashable membuktikan bahwa ide besar bisa lahir dimana saja. Contoh dahsyat lain adalah @Ok Go sebuah band yang bukan siapa-siapa yang kemudian menjadi sesuatu karena kreatifitasnya. Sama seperti fenomena Jember Fashion Festival.

Ide, ide dan ide… itulah yang harus digali pertama kali untuk bisa mendunia. Tahap berikutnya adalah lebih seru: LAKUKAN dengan passionate! Tak dapat dipungkiri hal ini merupakan berita gembira bagi siapa saja bahwa semua orang mendapat kesempatan yang sama saat ini.

SELAMAT TINGGAL GENERASI KOMPLAIN

Karena kesempatan begitu terbuka dan sikap menunggu sungguh rugi, maka orang-orang atau kelompok yang kerjaannya hanya komplain (melulu) akan rugi. Biasanya kelompok kelas menengah banyak yang sangat pandai komplain. Kelompok yang action oriented akan lebih memiliki kesempatan untuk jadi leader dalam arti bukan pemimpin kelompok formal.

Jika kita tak ingin masuk dalam generasi yang ketinggalan, komplain bukanlah pilihan yang baik saat ini. Passion adalah awal dari ide kita bisa diterima oleh lingkungan sekitar kita. Pabrik ide bekerja untuk menciptakan makna-makna kemanusiaan.

Tags: , ,
The Author:
Handoko Hendroyono
Creative storyteller. Passionate terhadap dunia marketing / strategi / komunikasi. Mencintai seni. Menulis dibeberapa majalah marketing dan gaya hidup. Director film iklan dan sangat tertarik pada TREND konsumen.
  • Wolfgang Xemandros

    Complain itu bagus. Tapi kalo complain melulu tidak bagus.

Subscribe to our FREE e-newletter. Click here