Kalau saya SBY atau sebangsanya…

Sepertinya harus mengucapkan Bismillah dulu untuk saya menulis sesuatu yang berhubungan dengan Politik. Bukannya apa-apa saya benci politik…hahahaha…

Beberapa hari lalu saya brainstorming dengan Shafiq Pontoh yang sukses membuat SocialMedia Festival. Kuncinya simpel dan mendobrak cara komunikasi saat ini. Bukan sebuah Brand membuat panggung yang akhirnya Brand lebih menonjol sendirian akan tetapi Shafiq dan kawan-kawan sebagai fasilitator “menyirami” audience agar supaya mereka membuat panggungnya sendiri-sendiri. dan hasilnya luar biasa! Partisipasi yang hebat. Gerakan sosial yang mantap! Wah…

Saya sebenarnya sangat setuju model-model komunikasi yang memberdayakan seperti ini dari sekitar 2 atau 3 tahun lalu. bukannya apa-apa: jaman sudah berubah bung! Sekarang bukannya jaman kompetisi-bikan jaman persaingan yang mengarah gontok-gontokan. Sekarang jamannya KOLABORASI! Collaboration or die!

Bung Shafiq punya disiplin dalam menjalankan program komunikasinya: TAGS (Transparant-Authentic-Genuine-Sincere). Bukan akal-akalan, bukan kepura-puraan. Bukan pencitraan gaya lama. Tapi melakukan sesuatu dengan demonstrasi nyata.

Hasilnya SocialMedia Festival berhasil membuat CROWD yang luar biasa. Lebih dari itu, menghasilkan gerakan (movement). Apa yang bisa dipelajari dari sini. Apakah gaya komunikasi yang seperti ini bisa dipraktekkan di area politik yang saya benci. Ada beberapa poin yang anggap saja sebagai tulisan akhir tahun 2011, andaikan saya ini makhluk yang bernama SBY atau sebangsanya:

1. Kenapa saya harus berpikir politik; musuh politik-kalkulasi politik-kekuatan politik orang saat ini kompetisi (politik) sudah tidak relevan. dan yang lebih penting lagi kompetisi (politik) tidak produktif!

2. Kenapa saya tidak menjadi fasilitator-kolaborator-inspirator atau motivator yang baik. Orang masyarakat mau dan tersedia secara gratis kok. Sederhana kan? tak perlu brilyan untuk bisa memecahkan masalah komunikasi ini kan, kecuali kalau kita mau membuatnya demikian complicated.

3. Kenapa saya tidak mengaku “bodoh” dan minta tolong partisipasi publik yang jelas-jelas mau berkontribusi secara baik. Berikan mereka panggung.

4. Jangan mengajak orang-orang yang punya kepentingan politik. Ajaklah orang-orang yang memiliki kepentingan untuk publik.

Kembali pada Transparan; ya gampang saja lakukan semuanya secara transparan dimana semua orang memiliki akses pada program komunikasi ini.

Authentic; cari ide yang orisinal. Bisa saja melibatkan orang-orang yang kreatif dan inovatif dengan ide-idenya.

Genuine; tidak dibuat-buat. Asli 100%.

Sincere; kejujuran adalah syarat utama ide akan menyebar dengan subur.

Coba saya SBY atau sebangsanya…pasti ini semua akan saya coba. Tak ada resiko. Kalau kita jujur masak iya sih akan ada yang mentertawakan kita?

Ayo coba ada tanggapan dari ide saya yang sangat naif ini.

Selamat Tahun Baru 2012. Optimis!

The Author:
Handoko Hendroyono
Creative storyteller. Passionate terhadap dunia marketing / strategi / komunikasi. Mencintai seni. Menulis dibeberapa majalah marketing dan gaya hidup. Director film iklan dan sangat tertarik pada TREND konsumen.
  • Donny Nurpatria

    Selamat Mas Handoko utk blog dan rencana peluncuran bukunya! This is so cool =)

    Saya suka sama judul tulisan diatas Mas, kesannya ringan banget, utk sebuah issue yg lumayan “berat” :D Dan sama; saya juga benci sama Politik! Terutama mereka yg menjadikan politik sebagai tujuan, bukan sebagai sarana utk mengabdi. Dan percayalah, di #IndONEsia (izinkan saya gunakan hash tag favorit saya itu), masih banyak orang2 yg  pure, sincere dan memilih utk mengabdi utk rakyatnya. We still have our HOPES, that’s what keeps us alive!

    Salam kolaborasi Mas! =D

    • Anonymous

      Thanks Donny tanggapannya. Indonesia itu rakyatnya cintaaaaaaa banget dengan nation nya.

      • Sada Sardjono

        Hwaduh!! Bagus banget nih. Ini yang harusnya dilakukan oleh “Mr Prihatin & sebangsanya” itu..  Kalo nggak, kapan Indonesia mau maju?  Yang kalah di satu Pemilu, langsung kasak kusuk untuk menjatuhkan yang menang.  Yang menang langsung bergerak cari megaproyek mengumpulkan duit untuk pemilu berikutnya. Begituuuu terus berulang-ulang. Kapan KOLABORASI untuk membangun??  Sekalinya berkolaborasi, ya cuma kalo mau menjarah duit bangsanya.  Bikin acara “Handoko Kolaborasi Way” di KOMPAS TV dong..  Salamnya, “Salam Kolaborasi” kayak Dony dah cucok tuh..  :)

Subscribe to our FREE e-newletter. Click here