- June 6th, 2012
- Handoko Hendroyono
- Advertising, Ide
- Leave a comment
Asyik juga ngobrol bareng @MaxCROOZ penggagas @Crooz yang brilyan sebagai marketer. Brilyan dalam arti Max menurut saya seorang street smart karena beberapa fakta yang terlihat. Max telah melakukan inovasi marketing melalui intuisinya. Sesuatu inovasi yang menurut saya bisa menjadi case study unik.
Saya pernah ngobrol dengan Wendi Putranto dari Rolling Stone Indonesia, bahwa generasi muda kreatif Indonesia jauh lebih kreatif dibanding kalangan generasi muda negara ASEAN. Wendi sangat yakin itu dan sebenarnya membuat malu saya tapi sekaligus bangga. Karena apa? Kalau kita bicara perasaan orang kreatif (advertising) di Indonesia sebenarnya yang terjadi sebaliknya : kita paling tak kreatif.
Ya sudah lah!
Bagi saya potensi kaum muda kita terutama kekuatan Indie dengan semangat DIY (Do It Yourself) sangat dahsyat. Setelah menerbitkan buku @brandgardener ini saya semakin yakin bahwa demikian lah kenyataannya. Potensi kreatif muda sedang bangkit dan kekuatannya di masa depan akan semakin dahsyat. Karena apa? Karena menurut saya audience muda kita asyik. Saya menamai audience muda sebagai fans bukan konsumen, mereka komunitas-komunitas bukan sekedar kumpulan konsumen.
Apa yang dilakukan @Crooz menurut saya sebuah movement. Sebuah kegiatan yang dibangun secara natural, jujur dan kolaboratif. Seperti yang dikatakan Max, bahwa spitit kolaborasi selalu dilakukan. “Mutualism benefit” selalu menyertai kegiatan yang dilakukan antara @Crooz – Band-band yang dihimpun seperti Pee Wee Gaskins, Thirteen, killing Me Inside dan lain-lain – Youth Media – Fans. Sharing tentang musik dalam arti luas sampai-sampai @Crooz berperan sebagai music label. Berperan sebagai kurator yang terlihat dari websitenya seperti membuktikan bahwa komunikasi yang dibangun berdasarkan sharing.
Sebuah dialog yang intim dalam habitat brand. Dan yang hebat untuk saya, peran @Crooz adalah KURATOR! Dia mengkuratori dengan menciptakan panggung-panggung. Sebuah engagement yang lebih dari sekedar selling.
Apa yang dilakukan oleh @Crooz dalam hal komunikasi adalah : BUKAN MENCIPTAKAN IKLAN, TAPI MENCIPTAKAN BERITA! Kegiatan Road Show misalnya memiliki efek berita yang dahsyat baik yang disebarkan oleh fans maupun yang disebarkan oleh youth media seperti Hai atau Aneka Yess.
Max seperti mengajari kita bagaimana hendaknya sebuah brand tak hanya sekedar bicara searah tentang bagaimana bagus dirinya (produk). Tapi brand seperti bergabung secara natural diantara conversation anak muda indie. Menurut saya yang dilakukan @MaxCROOZ adalah brand gardening… paham sekali habitat konsumen dan memupuk mereka dengan inovasi-inovasi yang menjual. Luar biasa!





